INIMAKASSAR.COM – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja melalui Career Day 2026 yang digelar di ruang Serbaguna Kemnaker Jakarta, Rabu (19/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan pencari kerja dengan kebutuhan dunia usaha sekaligus memperluas jangkauan informasi pasar kerja.
Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker Sugeng Heri Suseno mengatakan, perluasan informasi pasar kerja menjadi salah satu langkah penting dalam mempercepat penempatan tenaga kerja.
“Informasi pasar kerja harus dapat diakses pencari kerja dari berbagai wilayah, tidak terbatas pada kawasan tertentu,” ujar Sugeng.
Selain penyediaan informasi, Kemnaker mengupayakan keterhubungan antara pelatihan dan penempatan. Langkah ini diarahkan agar peningkatan kompetensi yang diperoleh peserta dapat berlanjut pada kesempatan memasuki dunia kerja sesuai kebutuhan industri.
“Yang kedua adalah bagaimana menghubungkan pelatihan dan penempatan. Jadi program magang, batch pertama, batch kedua, nanti batch yang ketiga. Nah ini bagaimana tidak hanya sekadar penyelenggaraan tapi juga penempatan,” katanya.
Menurut Sugeng, keterkaitan antara pelatihan dan penempatan menjadi bagian penting dalam membangun layanan ketenagakerjaan yang lebih terintegrasi. Dengan demikian, program peningkatan keterampilan tidak berhenti pada proses pembelajaran, tetapi diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki akses lebih besar terhadap peluang kerja.
Career Day juga menjadi ruang pertemuan antara pencari kerja dan dunia usaha sekaligus membuka akses terhadap informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja. Kolaborasi tersebut diharapkan membantu menciptakan kecocokan antara kompetensi pencari kerja dan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.
Upaya tersebut turut didukung melalui pemanfaatan layanan ketenagakerjaan berbasis digital. Kemnaker terus mengembangkan akses informasi dan layanan agar pencari kerja dari berbagai daerah dapat memperoleh peluang kerja secara lebih mudah dan luas.
Sugeng mengatakan sinergi dengan dunia usaha menjadi unsur penting dalam memperluas penyerapan tenaga kerja. Kolaborasi diperlukan dalam penyediaan lowongan, pemetaan kebutuhan kompetensi, hingga menghubungkannya dengan program pelatihan yang relevan.
Karena itu, keberhasilan Career Day 2026 tidak semata-mata dilihat dari jumlah peserta yang hadir. Dampak kegiatan juga tercermin dari keberlanjutan kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media dalam memperluas akses serta menciptakan peluang kerja di berbagai daerah.
“Kita berharap kegiatan seperti ini bisa direplikasi secara masif di seluruh daerah di Indonesia sehingga semakin banyak masyarakat mendapatkan akses terhadap kesempatan kerja,” ujar Sugeng.
Melalui Career Day 2026, Kemnaker berupaya membangun ekosistem ketenagakerjaan yang semakin terhubung antara informasi pasar kerja, peningkatan kompetensi, dan penempatan kerja.
“Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan peluang masyarakat memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan dunia usaha,” pungkas Sugeng.(***)





