1.425 Personel Gabungan Siaga Amankan Aksi 27 Agustus

INIMAKASSAR.COM – Sebanyak 1.425 personel gabungan disiagakan untuk persiapan mengawal rencana aksi pada 27 Agustus 2026 merespons berbagai persoalan bangsa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

“Pada prinsipnya kita melihat bahwa kebebasan menyampaikan pendapat itu adalah wajib kita jaga, wajib kita kawal ketika itu berada pada aturan-aturan yang ada,” ujar Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro di sela apel gelar pasukan Silaturahmi Kamtibmas di Makassar, Rabu.

Bacaan Lainnya

Personel gabungan yang disiagakan, sebut Kapolda, berasal seluruh komponen, seluruh anggota Polri, TNI, didukung seluruh komponen di masyarakat untuk menjaga situasi kondusif di Sulawesi Selatan.

Ia mengemukakan, penyampaian pendapat di muka umum mesti dilaksanakan sesuai aturan. Namun jika sudah melanggar aturan, tentu akan dilakukan upaya pencegahan dan langkah terakhir adalah penegakan hukum.

Selain itu, pengawalan unjuk rasa tetap menjaga stabilitas keamanan, lalu lintas tidak terhambat, perekonomian berjalan, masyarakat bisa menjalankan aktivitasnya tanpa hambatan.

“Itulah yang kita jaga, karena masyarakat di Sulawesi Selatan saya yakin bahwa keamanan, ketertiban, dan kedamaian itu adalah dambaan kita semua,” paparnya menekankan kepada seluruh personil dan elemen masyarakat yang hadir pada apel tersebut.

Djuhandhani menyampaikan sejumlah komitmen bersama untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Pertama, memperkuat sinergi demi memperkokoh kesepahaman dan keharmonisan di Sulsel.

Kedua, cegah gangguan kamtibmas menjelang agenda penting daerah dan nasional melalui deteksi dini, dialog terbuka, serta bermusyawarah demi kepentingan bersama.

Ketiga, jaga iklim demokrasi yang sehat dan bermatabad dengan menghormati hak menyampaikan pendapat di muka umum, namun tetap menjunjung dini ketertiban, kepatuhan terhadap hukum, serta menolak segala bentuk tindakan anarkis, perusahaan fasilitas publik, dan kekerasan dalam bentuk apapun.

Keempat, menjaga demokrasi yang bermartabat dengan menghormati kebebasan berpendapat secara tertib, taat hukum, dan bebas anarkisme. Serta kelima, yakni memperkuat persaudaraan dan jadikan Agustus ini sebagai momentum menunjukkan Sulsel yang aman, damai, serta bermartabat.***

Pos terkait